Dimensi Psikologis yang Terkandung dalam Ibadah Shalat dan Zakat
DOI:
https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.2299Kata Kunci:
Dimensi Psikologis, Ibadah, Shalat, Zakat, Kesejahteraan PsikologisAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dimensi psikologis yang terkandung dalam ibadah shalat dan zakat serta implikasinya terhadap pembentukan kepribadian dan kesejahteraan psikologis individu. Ibadah dalam Islam tidak hanya memiliki dimensi ritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai psikologis yang berperan penting dalam pengendalian diri, ketenangan batin, serta penguatan empati sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah shalat berkontribusi dalam meningkatkan ketenangan jiwa, konsentrasi, kedisiplinan, serta kemampuan pengendalian emosi. Sementara itu, ibadah zakat mengandung dimensi psikologis berupa peningkatan rasa empati, kepedulian sosial, keikhlasan dan kepuasan batin dalam membantu sesama. Kedua ibadah tersebut saling melengkapi dalam membentuk keseimbangan antara aspek spiritual dan sosial yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kesehatan mental dan perilaku prososial individu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam kajian psikologi Islam serta menjadi referensi bagi pengembangan pendidikan dan pembinaan keagamaan yang berorientasi pada kesejahteraan psikologis.
Referensi
Al-Jauziyah, Ibnul Qayyim. (2002). Lezatnya Shalat. Diterjemahkan oleh Kathur Suhardi. Jakarta: Darul Falah.
Al-Jauziyah, Ibn Qayyim. (2003). Madarij al-Salikin, Jilid I, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Qaradawi, Yusuf. (1991). Fiqh al-Zakah. Jilid I. Beirut: Mu’assasah al-Risalah.
Al-Qaradawi, Yusuf. (2001). Fiqh al-‘Ibadah. Diterjemahkan oleh Ahmad Ma’ruf Asrori. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Al-Zuhaili, Wahbah. (1985). Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Jilid II. Beirut: Dar al-Fikr.
Bahnasi, Muhammad. (2004). Shalat sebagai Terapi Psikologi. Diterjemahkan oleh Tiar Anwar dan Reni Kurnaesih. Bandung: PT Mizan Pustaka.
Hafidhuddin, Didin. (2002). Zakat dalam Perekonomian Modern. Jakarta: Gema Insani Press.
Istianah. (2015). Shalat Sebagai Perjalanan Ruhani Menuju Allah. Esoterik, 1(1). 47-64.
Jalaluddin. (2014). Psikologi Agama. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Jalaluddin. (2016). Psikologi Agama. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Khansa, M. H., & El-Sayed, R. H. (2012). Neurological and psychological effects of Islamic prayer (Salat). International Journal of Health Sciences, 6(1), 1-8.
Lubis, Ramadhan. (2018). Psikologi Agama: Dalam Bingkai Ke-Islaman Sebagai Pembentukan Kepribadian Seorang Islam. Medan: Perdana Publishing.
Mujiburrahman. (2016). Pola Pembinaan Keterampilan Shalat Anak dalam Islam. Mudarrisuna, 6(2). 186.
Nasihin, Sirajun. (2013). Manajemen Shalat Menuju Hakikat Penciptaan Manusia. Palapa: Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan, 1(2). 107-131.
Sabiq, Sayyid. (1990). Fiqh al-Sunnah. Jilid I. Beirut: Dar al-Fikr.
Santrock, John W. (2011). Life-Span Development, New York: McGraw-Hill.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, CV.
Suryabrata, Sumadi. (2014). Psikologi Kepribadian. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Walgito, Bimo. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset.



