Pengaruh Aktivitas Fisik Ringan terhadap Peningkatan Dopamin dan Stres pada Mahasiswa

Penulis

  • Lusinta Rehna Ginting Universitas Prima Indonesia
  • Helena Octavia Naibaho Universitas Prima Indonesia
  • Ismiyanti Rahayu Manalu Universitas Prima Indonesia
  • Nayla Amanda Putri Universitas Prima Indonesia
  • Rayhan Dwi Syafitri Universitas Prima Indonesia
  • Syahreva Rizqi Fahrezi Siregar Universitas Prima Indonesia
  • Try Aprina Siahaan Universitas Prima Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.1819

Kata Kunci:

Aktivitas Fisik Ringan, Dopamin, Stres, Mahasiswa

Abstrak

Dopamin merupakan salah satu jenis neurotransmiter yang berperan penting dalam sistem saraf pusat dan berfungsi sebagai pengirim sinyal antar neuron di otak. Zat kimia ini sering disebut sebagai hormon kebahagiaan karena memiliki pengaruh besar terhadap suasana hati, motivasi, serta perasaan senang dan puas. Ketika seseorang melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti mendengarkan musik, makan makanan favorit, atau mencapai suatu tujuan, kadar dopamin di otak akan meningkat sehingga menimbulkan rasa bahagia dan kepuasan.

Kekurangan dopamin pada area otak tertentu, seperti substantia nigra, dapat mengakibatkan gangguan pada sistem gerak, salah satunya penyakit Parkinson, yang ditandai dengan tremor, kekakuan otot, dan kesulitan dalam mengontrol gerakan. Dopamin memiliki peran ganda yang sangat penting, yaitu dalam pengaturan emosi dan motivasi, serta dalam pengendalian gerakan tubuh dan peningkatan fungsi fisik manusia.

Stres merupakan salah satu masalah psikologis yang umum dialami mahasiswa akibat tekanan akademik dan kehidupan kampus. Aktivitas fisik ringan, seperti jalan kaki atau peregangan, diyakini dapat membantu menurunkan stres melalui peningkatan neurotransmiter positif, termasuk dopamin. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk menelaah hasil penelitian terdahulu tentang hubungan aktivitas fisik dan stres pada mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahasiswa yang rutin melakukan aktivitas fisik ringan memiliki tingkat stres lebih rendah, suasana hati lebih baik, dan kualitas tidur lebih baik. Aktivitas fisik juga meningkatkan dopamin, serotonin, dan endorfin yang membantu regulasi stres. Temuan ini menegaskan bahwa aktivitas fisik ringan bisa menjadi strategi sederhana namun efektif untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa.

Referensi

Hidayati, N., & Harsono, A. (2021). Hubungan antara tingkat stres dengan strategi coping pada mahasiswa selama pembelajaran daring. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 8(1), 45–52.

Schultchen, D., et al. (2020). Effects of physical activity on dopaminergic function and stress regulation in young adults. Frontiers in Psychology, 11, 1338.

Wicaksono, R. (2021). Aktivitas fisik dan pengaruhnya terhadap stres dan kualitas tidur pada mahasiswa. Jurnal Olahraga dan Kesehatan, 9(1), 12–20.

World Health Organization. (2022). Depression and other common mental disorders: Global health estimates. Geneva: WHO Press.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-11-10

Terbitan

Bagian

Table of Content | Articles