Dekonstruksi Wacana Inklusif dalam Renstra Kemendikbudristek: Kajian Sara Mills, Posisi dan Kuasa Terhadap Difabel

Penulis

  • Taqdiraa Taqdiraa Universitas Mulawarman
  • Rizky Akhfina Husda Universitas Mulawarman
  • Widyatmike Gede Mulawarman Universitas Mulawarman
  • Yusak Hudiyono Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.56832/edu.v5i1.1035

Kata Kunci:

Analisis Wacana Kritis, Difabel, Pendidikan Inklusif, Resntra Kemendikbudristek, Sara Mills

Abstrak

Penelitian ini mengkaji wacana inklusi dalam dokumen Rencana Strategis Kemendikbudristek 2020–2024 (Revisi 2022) menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Sara Mills. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana penyandang disabilitas diposisikan dalam narasi kebijakan: sebagai subjek aktif atau hanya objek pasif. Model Sara Mills menyoroti relasi kuasa melalui posisi subjek-objek, pembaca, dan kelompok marjinal dalam teks. Hasil analisis menunjukkan bahwa negara diposisikan sebagai subjek dominan pemberi akses, sedangkan difabel direpresentasikan sebagai penerima pasif tanpa ruang partisipatif. Pembaca yang diasumsikan pun bukan difabel, melainkan birokrat dan masyarakat umum, yang memperkuat narasi paternalistik. Inklusi dalam dokumen ini lebih bersifat simbolik dan bersyarat, belum menyentuh perubahan struktural. Studi ini menunjukkan pentingnya membaca ulang narasi kebijakan secara kritis agar inklusi tidak sekadar menjadi retorika, melainkan benar-benar memperjuangkan keadilan sosial bagi kelompok difabel.

Referensi

Ayustin, E., & Christin, M. (n.d.). Sara Mills model critical discourse analysis on the Peaky Blinders serial. https://doi.org/10.33258/birci.v5i3.6644

Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Panduan pelaksanaan pendidikan inklusif.

Barry, P. (2019, March 3). Deconstruction theory. Literariness.org. https://literariness.org/2019/03/03/deconstruction-theory/comment-page-1/

Derrida, J. (1978). Writing and Difference (A. Bass, Trans.). University of Chicago Press. (Sumber untuk dasar pendekatan dekonstruksi)

Intan Saraswati, A., Erfajrin Syabana, A., Ravina Moselle, G. S., & Maraya Farenia, N. (2023). Keberlakuan Tanda Tangan Elektronik Pada Dokumen Negara. 6(1). https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1

Kemendikbudristek. (2022). Rencana Strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2020–2024 (Revisi 2022). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. https://www.kemdikbud.go.id

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Panduan pelaksanaan pendidikan inklusif. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan pelaksanaan pendidikan inklusif. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (n.d.). Salinan Permendikbudristek Nomor 13 Tahun 2022.

Mills, S. (2004). Discourse: The New Critical Idiom (2nd ed.). Routledge.

Mudiawati, R. C., Hudiyono, Y., & Suhatmady, B. (2023). Analisis wacana kritis Norman Fairclough terhadap bahasa slogan aksi demonstrasi guru di Samarinda. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(3), 739–762. https://doi.org/10.30872/diglosia.v6i3.694

Putra, D. A., & Wulandari, S. (2021). Persepsi guru terhadap implementasi pendidikan inklusif di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 133–145. https://doi.org/10.xxxxxx/jpd.v12i2.xxx

Ramadhani, L. (2022). Analisis wacana kritis terhadap kebijakan inklusi sosial: Pendekatan Fairclough. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(1), 45–58. https://doi.org/10.xxxxxx/jish.v10i1.xxx

Sahrudin, M., Djafri, N., Suking, A., & Sahruddin, M. (2023). Pengelolaan pendidikan inklusif. Jambura Journal of Educational Management, 4. https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jjem/index

Sari, K., & Pranoto, B. E. (2021). Representation of government concerning the draft of Criminal Code in The Jakarta Post: A critical discourse analysis. PAROLE: Journal of Linguistics and Education, 11(2), 98–113. https://doi.org/10.14710/parole.v11i2.98-113

Sari, M. P. (2019). Kebijakan pendidikan inklusif dalam Permendikbud No. 70 Tahun 2009: Analisis isi terhadap pemenuhan hak difabel. Jurnal Pendidikan dan Kebijakan, 5(1), 22–35.

Woodcock, S., Sharma, U., Subban, P., & Hitches, E. (2022). Teacher self-efficacy and inclusive education practices: Rethinking teachers’ engagement with inclusive practices. Teaching and Teacher Education, 117, 103802. https://doi.org/10.1016/j.tate.2022.103802

Yunus, V., Zakso, A., Priyadi, A. T., & Hartoyo, A. (2023). Pendidikan inklusif pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar, 9(2), 313–327. https://doi.org/10.31932/jpdp.v9i2.2270.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-05-30

Terbitan

Bagian

Table of Content | Articles