Pelanggaran Prinsip Kerja Sama oleh Karakter Asagiri Gen pada Anime Dr. Stone
DOI:
https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.2510Keywords:
Anime, Bentuk Pelanggaran, Dr. Stone, Pelanggaran Prinsip Kerja Sama, Tuturan IlokusiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis pelanggaran maksim dan bentuk pelanggaran yang digunakan serta menganalisis tujuan melanggar prinsip kerja sama melalui tuturan ilokusi oleh Karakter Asagiri Gen pada anime Dr. Stone. Data dikumpulkan menggunakan metode simak dan catat. Kemudian untuk pelanggaran prinsip kerja sama dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan model Miles and Huberman. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat 3 jenis pelanggaran maksim, adalah maksim kualitas, maksim kuantitas, dan maksim relasi. Selanjutnya, bentuk pelanggaran yang ditemukan adalah bentuk pelanggaran violating dan flouting. Tujuan pelanggaran prinsip kerja sama dianalisis melalui tuturan ilokusi yang digunakan. Dalam penelitian ini tuturan Asagiri Gen yang melanggar prinsip kerja sama, adalah tuturan ilokusi asertif, direktif, dan ekspresif. Tujuan melanggar prinsip kerja sama oleh Asagiri Gen adalah untuk memanipulasi dan meyakinkan mitra tutur. Pelanggaran prinsip kerja sama yang dilakukan bukanlah sebuah kesalahan, namun strategi komunikasi untuk mencapai tujuan.
References
Assingkily, M. S. (2021). Metode Penelitian Pendidikan: Panduan Menulis Artikel Ilmiah dan Tugas Akhir. Yogyakarta: K-Media.
Austin, J. L. (1962). How To Do Things With Words. London: Oxford University Press.
Chaer, A. 2010. Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.
Cutting, J. 2001. Pragmatics and Discourse a Resource Book for Students (First Edition). London: Routledge.
Dr. Stone Project. 2025. “Dr. Stone Sience Future”. Tersedia pada https://dr-stone.jp/ (diakses tanggal 30 Juni 2025).
Endo Hudson, M., Matsumoto, Y., & Mori, J. (Eds) 2018. Pragmatics of Japanese Perspectives on Grammar, Interaction and Culture. Amsterdam: John Benjamins Publishing Company.
Grice, P. 1989. Studies in the Way of Words. Cambrige: Harvard University Press.
Hutagalung, L. B., Made, N., Wisudariani, R., Putu, I., & Dewantara, M. (2025). Pelanggaran Prinsip Kerja Sama Dalam Humor Pada Film Agak Laen. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, 15(2), 185–194. https://doi.org/10.23887/jpbsi.v15i2.96101
Kukuh, B., & Rusmiyanti. 2022. Pelanggaran Prinsip Kerjasama Serta Implikatur Percakapan Dalam Anime Moriarty The Patriot (?????????) Season 1. Jurnal Hikari., 06(1), 293–308. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/hikari/article/view/47545
Listriani, T., & Tresnasari, N. 2022. Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dalam Anime Horimiya. WIDAI Japanese Journal, 2(2), 45–69. https://journal.widyatama.ac.id/index.php/WIDAI/article/view/1796
Marissa, M. , Sudjianto, S. , & Fitriana, R. 2019. Analisis Bentuk-Bentuk Pelanggaran Maksim Percakapan pada Manga CRAYON SHINCHAN Volume 01 Karya Yoshito Usui. Jurnal Studi Jepang, 1(2), 1–10. https://journal.unpak.ac.id/index.php/Idea/article/view/1287
Moleong, L. J. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nurjaya, E., Rasna, W., Ayu, S., & Sriasih, P. (2020). Tindak Tutur Upacara Pernikahan Di Desa Golo Ndeweng Kajian Linguistik Antropologi. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, 10(2), 67–75. https://doi.org/10.23887/jjpbs.v12i2
Pradita, R. A. 2018. Analisis Pelanggaran Maksim Kualitas Pada Film Komedi Jepang Bokutachi To Chuzai-San No 700 Nichi Sensou. Dalam JAPANOLOGY 7(1), 131-142. http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-jplg2d7b930fa4full.pdf
Pramesti, P. D. M. Y., & Permadi, K. S. 2023. Interlanguage Pragmatics of Japanese Greetings by Indonesian Learners (Case Study in Careworker Class in Mirai Mandiri Singaraja). Prosiding Seminar Nasional Riset Bahasa dan Pengajaran Bahasa, 5(1), 157–165. https://doi.org/10.31940/senarilip.v5i1.157-165
Putrayasa, I. B. 2014. Pragmatik. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Putri, I. A. P. A. D. P., Ramendra, D. P., & Swandana, I. W. (2019). An Analysis Of Speech Act Used In Harry Potter And The Goblet Of Fire Movie. International Journal of Language and Literature, 3(2), 2549–4287. https://doi.org/10.23887/ijll.v3i2.20845
Rasna, I. W., Suandi, I. N., Putrayasa, I. B., & Paramarta, I. K. (2024). Presupposition Speech at the Tawur Kasanga Ceremony: A Pragmatic Study. Theory and Practice in Language Studies, 14(3), 866–873. https://doi.org/10.17507/tpls.1403.29
Searle, J. 1979. Expression And Meaning: Studies In The Theory Of Speech Acts. Cambrige: Cambrige University Press.
Triyana, E. 2019. Humor Sebagai Bentuk Pelanggaran Maksim Kerja Sama Dalam Animasi Saiki Kusuo No Psinan. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 15(2), 192–203. https://pdfs.semanticscholar.org/dc63/d4ec9a39acd78b1d0f20214a2563297623a2.pdf
Wayan, N., Lestari, P., Nym Sudiana, I., & Artika, W. (2019). Prinsip Kerja Sama Dalam Novel Magening Karya Wayan Jengki Sunarta. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, 3(3), 384–393. ttps://doi.org/10.23887/jipp.v3i3.21849
Widiastuti, G., Suartini, N., & Adnyani, K. 2018. Representasi Honne Dan Tatemae Pada Tokoh Sakura Dalam Manga “Naruto” (Analisis Pragmatik). JPBJ, 4(2), 126-135. https://doi.org/10.23887/jpbj.v4i2.14663
Yule, G. 2006. Pragmatik. Terjemahan Wahyuni, I. F. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.



