Relevansi Filsafat Islam dengan Tantangan Dunia Modern: Globalisai dan Pluralisme

Authors

  • Maulana Ibad Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Adenan Adenan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Siti Hajar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Aulia Dinda Putri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Rifal Aditya Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Intan Ayu Saputri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

DOI:

https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.2205

Keywords:

Filsafat Islam, Globalisasi, Pluralisme, Etika, Epistemologi

Abstract

Globalisasi dan pluralisme merupakan tantangan utama dalam masyarakat modern yang berdampak pada identitas, nilai, dan interaksi sosial. Filsafat Islam, dengan integrasi antara rasio, wahyu, dan etika, menawarkan kerangka konseptual yang relevan untuk merespons dinamika tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), berupa analisis konseptual-filosofis terhadap pemikiran filsuf Islam klasik maupun kontemporer, seperti Al-Farabi, Ibn Sina, Ibn Rusyd, Fazlur Rahman, Seyyed Hossein Nasr, Mohammed Arkoun, Nurcholish Madjid, dan M. Amin Abdullah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat Islam mampu memberikan paradigma pengetahuan yang holistik dan etis, membangun kerangka etika global, serta mendukung dialog dan koeksistensi dalam masyarakat plural. Dengan demikian, filsafat Islam dapat berperan sebagai landasan teoretis dan normatif dalam menghadapi tantangan globalisasi dan pluralisme, serta menjadi paradigma alternatif bagi pembangunan peradaban modern yang berkeadaban, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

References

Al-Attas, S. M. N. (1980). Islam and Secularism. Kuala Lumpur: Muslim Youth Movement of Malaysia (ABIM),hlm. 15-27,133-145.

Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. Islam and Secularism. Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC), 1993, hlm. 101–110.

Al-Farabi. (1995). Ara’ Ahl al-Madinah al-Fadilah (Pendapat-Pendapat Penduduk Negara Utama). Beirut: Dar al-Masyriq, hlm. 43-55, 87-92.

Al-Farabi. Ara’ Ahl al-Madinah al-Fadilah (Pandangan Penduduk Kota Utama). Beirut: Dar al-Mashriq, 1995, hlm. 42–45.

Al-Ghazali. (2000). Tahafut al-Falasifah (Kerancuan Para Filosof). Beirut: Dar al-Kutub al- ‘Ilmiyyah, hlm. 10-18,285-290.

Al-Kindi. (1974). On First Philosophy. New York: State University of New York Press, hlm. 57-63.

Al-Qur’an al-Karim, QS. Al-Hujurat [49]:13. Hanafi, Hasan. From Orientalism to Occidentalism. Kairo: Dar al-Fikr al-Arabi, 2000, hlm. 66–70.

Ibn Arabi. (2002). Fushush al-Hikam. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, hlm. 48-52, 111-115. Ibn Sina. (1999). Kitab al-Shifa’. Kairo: Al-Hay’ah al-Mishriyyah al-‘Ammah li al-Kitab, hlm. 34-41, 98-104.

Madjid, Nurcholish. Islam, Kemodernan dan Keindonesiaan. Bandung: Mizan, 1992, hlm. 156–160.

Mulla Sadra. Asfar al-Arba‘ah (Empat Perjalanan Jiwa). Teheran: Dar al-Hikmah, 1981, hlm. 220–225.

Nasr, S. H. (1993). Islamic Philosophy from Its Origin to the Present. Albany: State University of New York Press, hlm. 5-12, 215-223.

Nasr, Seyyed Hossein. The Heart of Islam: Enduring Values for Humanity. New York: HarperCollins, 2002, hlm. 115–123.

Rahman, F. (1982). Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press, hlm. 19-27, 81-86.

Rahman, Fazlur. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press, 1982, hlm. 3–12.

Robertson, R. (1992). Globalization: Social Theory and Global Culture. London: Sage Publications, hlm. 8-15, 58-63.

Wahid, A. (1999). Islamku, Islam Anda, Islam Kita. Jakarta: The Wahid Institute, hlm. 67-74, 101-108.

Wahid, Abdurrahman. Islamku, Islam Anda, Islam Kita. Jakarta: The Wahid Institute, 2006, hlm. 78–82.

Downloads

Published

2025-12-18

Issue

Section

Table of Content | Articles