Pendekatan Pembelajaran Mendalam: Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia Fase-D di Provinsi Jambi
DOI:
https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.2087Kata Kunci:
Pembelajaran Mendalam, Buku Teks, Fase-DAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip pembelajaran mendalam (deep learning) dalam buku teks Bahasa Indonesia Fase D yang digunakan pada jenjang SMP/MTs di Provinsi Jambi, khususnya pada materi cerpen dalam Bab II “Buku-Buku Berbicara.” Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode analisis isi, penelitian ini menelaah sejauh mana tiga dimensi pembelajaran mendalam—Mindful Learning, meaningful learning, dan joyful learning—terakomodasi dalam isi buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan deep learning telah diupayakan namun belum merata pada seluruh dimensi. Dimensi joyful learning merupakan aspek yang paling terlihat melalui penyajian aktivitas kreatif dan interaktif yang mendorong keterlibatan siswa. Sebaliknya, Mindful Learning masih terbatas pada penyajian tujuan pembelajaran tanpa adanya kegiatan reflektif yang menumbuhkan kesadaran diri siswa. Sementara itu, meaningful learning hanya sebagian terwujud karena buku teks belum sepenuhnya mengaitkan isi cerpen dengan konteks sosial-budaya lokal Jambi maupun pengalaman nyata siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa buku teks memerlukan penguatan pada aspek reflektif dan kontekstual agar mampu mendukung pembelajaran mendalam secara optimal sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi guru, pengembang kurikulum, dan penulis buku teks dalam menyempurnakan materi ajar berbasis pembelajaran mendalam.










