Interaksi Lafaz Amm dan Khass dalam Al-Qur’an dan Sunnah: Analisis Dalalah dan Implikasi Hukumnya
DOI:
https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.2488Keywords:
Lafaz ‘Amm, Lafaz Khass, Dalalah Lafaz, Takhsis, Ushul FiqhAbstract
Al-Qur’an sebagai kalam Allah Swt. yang diturunkan dengan stilistika bahasa Arab yang tinggi menuntut pemahaman metodologis agar kandungan hukumnya dapat dipahami secara tepat. Salah satu pendekatan utama dalam memahami nash-nash syar‘i adalah ilmu Ushul Fiqh, khususnya kaidah-kaidah yang berkaitan dengan dal?lah lafaz. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep lafaz ‘amm dan khass dalam perspektif Ushul Fiqh serta implikasinya terhadap penetapan hukum Islam. Kajian ini menitikberatkan pada kandungan hukum lafaz ‘amm dan khass, kekuatan hukum lafaz ‘amm setelah mengalami takhsis, serta perbedaan pandangan ulama Ushul Fiqh terkait validitas takhsis lafaz ‘amm dengan hadis ahad. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan normatif-doktrinal melalui analisis terhadap literatur klasik dan kontemporer Ushul Fiqh. Hasil kajian menunjukkan bahwa lafaz ‘amm pada prinsipnya mengandung makna keumuman yang bersifat hujjah, namun kekuatan hukumnya dapat mengalami perubahan setelah adanya takhsis. Perbedaan pandangan ulama terkait takhsis dengan hadis ???d menunjukkan dinamika metodologis dalam memahami hubungan antara dalil umum dan dalil khusus dalam penetapan hukum syariah.










