Konflik Sosial Berbasis Agama: Penyebab, Dinamika, dan Solusinya

Authors

  • Afrina Al Mufida Sekolah Tinggi Agama Islam Tebingtinggi Deli, Tebing Tinggi
  • Erni Juliani Sekolah Tinggi Agama Islam Tebingtinggi Deli, Tebing Tinggi
  • Mirza Syadat Rambe Sekolah Tinggi Agama Islam Tebingtinggi Deli, Tebing Tinggi
  • Neneng Ariska Sekolah Tinggi Agama Islam Tebingtinggi Deli, Tebing Tinggi
  • Nur Azizah Siregar Sekolah Tinggi Agama Islam Tebingtinggi Deli, Tebing Tinggi
  • Uci Uci Sekolah Tinggi Agama Islam Tebingtinggi Deli, Tebing Tinggi

DOI:

https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.2258

Keywords:

Konflik Agama, Sosiologi Agama, Instrumentalisasi, Identitas Sosial, Resolusi Konflik, Indonesia

Abstract

Konflik sosial berbasis agama merupakan fenomena kompleks yang tidak semata-mata berakar pada perbedaan teologis, melainkan merupakan hasil interaksi dinamis antara faktor internal keagamaan, faktor eksternal politik-ekonomi, dan faktor historis-kultural. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif penyebab, dinamika, dan solusi konflik tersebut dengan menggunakan sintesis empat perspektif teoritis sosiologi agama: Teori Fungsionalisme, Teori Konflik, Interaksionalisme Simbolik, dan Teori Identitas Sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur sistematis dan analisis kasus, dengan fokus pada konteks Indonesia dan contoh komparatif lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa konflik muncul dari eksklusivisme teologis dan konstruksi makna simbolik yang antagonistis (faktor internal), instrumentalisasi identitas agama untuk kepentingan politik dan persaingan sumber daya (faktor eksternal), serta memori kolektif dan pola relasi historis yang timpang (faktor historis-kultural). Konflik termanifestasi dalam spektrum mulai dari ketegangan kognitif-simbolik hingga kekerasan kolektif langsung, dengan dinamika yang dipicu oleh polarisasi identitas dan diperparah oleh mobilisasi politik. Dampaknya bersifat multidimensi, merusak kohesi sosial, menimbulkan trauma psikologis, mendistorsi politik, dan melemahkan perekonomian. Oleh karena itu, solusi yang efektif memerlukan pendekatan holistik dan multi-level, meliputi penegakan hukum yang konsisten dan kebijakan inklusif oleh negara, pemberdayaan dialog dan ekonomi bersama di tingkat masyarakat sipil, serta rekonstruksi narasi agama yang damai dan upaya rekonsiliasi kultural. Rekomendasi penelitian diarahkan kepada pemerintah, masyarakat sipil, dan akademisi untuk membangun infrastruktur perdamaian yang berkelanjutan dalam masyarakat yang majemuk.

Downloads

Published

2025-12-23

Issue

Section

Table of Content | Artikel