Psikoterapi Islam sebagai Pendekatan Rehabilitatif bagi Individu dengan Gangguan Mental Akibat Penyalahgunaan Zat: Studi Lapangan
DOI:
https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.2283Keywords:
Gangguan Mental, Penyalahgunaan Zat, Psikoterapi Islam, Rehabilitasi, Studi LapanganAbstract
Penyalahgunaan zat psikoaktif merupakan salah satu faktor risiko utama munculnya gangguan kesehatan mental yang berdampak pada fungsi psikologis, sosial, dan spiritual individu. Pendekatan rehabilitasi yang bersifat holistik menjadi kebutuhan mendesak dalam upaya pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran psikoterapi Islam sebagai pendekatan rehabilitatif bagi individu dengan gangguan mental akibat penyalahgunaan zat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi lapangan dan analisis dokumen hasil wawancara semi-terstruktur pada pasien rehabilitasi di yayasan Rehabilitasi Islami Qurrota A’yun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikoterapi Islam berkontribusi dalam menurunkan intensitas gejala psikotik, meningkatkan kontrol emosi, serta memperkuat insight dan makna hidup pasien. Pendekatan ini bekerja melalui integrasi aspek psikologis dan spiritual, seperti pembiasaan ibadah, refleksi diri, dan dukungan lingkungan religius. Temuan ini menegaskan bahwa psikoterapi Islam memiliki potensi signifikan sebagai pendekatan rehabilitatif komplementer dalam pemulihan gangguan mental akibat penyalahgunaan zat.
References
Almizri, W. (2022). Model Behavior Contract Melalui Layanan Penguasaan Konten Untuk Mereduksi Addiction Smartphone Use. Taqorrub: Journal Bimbingan Konseling Dan Dakwah, 3(2), 24–30.
Almizri, W., Firman, F., & Karneli, Y. (2024). E-Book-Based Group Counseling with Contingency Contracting to Reduce Bullying Among Islamic Boarding School Teenagers. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 16(4), 4779–4789.
Almizri, W., Firman, F., & Netrawati, N. (2022). The role of guidance and counseling teachers in reducing bullying behavior through psychoeducation groups. Jurnal Neo Konseling, 4(3), 24–30.
Almizri, W., & Karneli, Y. (2021). Teknik Desensitisasi Sistematik Untuk Mereduksi Gangguan Kecemasan Sosial (Social Anxiety Disorder) Pasca Pandemi Covid-19. Educouns Journal: Jurnal Pendidikan Dan Bimbingan Konseling, 2(1). https://doi.org/10.53682/educouns.v2i1.2130
Assingkily, M. S. (2021). Penelitian Tindakan Kelas: Membenahi Pendidikan dari Kelas. Medan: CV. Pusdikra Mitra Jaya.
Faradhiga, Y. A. (2015). Pengaruh dukungan sosial, Loneliness, dan Trait kepribadian terhadap gejala depresi narapidana remaja di lembaga pemasyarakatan.
FAJRIYANTI RAMADANI, A. L. Y. A. (2024). Analisis Faktor Risiko Penyalahgunaan Narkoba pada Kalangan Pria Remaja dan Pria Dewasa (Studi Kasus Badan Narkotika Nasional Kabupaten Blitar di Tahun 2023) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Balitar).
Nizar, N. C., & Daryanti, D. (2024). Depresi Pasca Melahirkan Anak Pertama: Pentingnya Dukungan Sosial Dan Kepuasan Pernikahan. INIPROLOGI: INISMA Profesional Psikologi, 1(1), 1-8.
Putri, F. A., & Iskandar, W. (2025). Building Social Awareness in Elementary Madrasah Students through Understanding Population and the Indonesian Government System. Cendekiawan: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 4(2), 742-749.
Rahma, A., Nova, H., & Hariry, S. (2025). Terapi Agama Terhadap Problematika Psikis Manusia Usia Remaja. Jurnal Psikososial dan Pendidikan, 1(2), 1247-1255.
Wei, H., Tang, J., Xu, H., Shi, J., Wu, Q., & Song, Y. (2025). The longitudinal associations between Filial Piety Belief and Mobile Phone Addiction: From the Perspective of Self Determination Theory. Frontiers in Psychology, 16, 1635463.



