Implementasi Program Eco-Creative School “1 Siswa 1 Kresek” untuk Membentuk Karakter Peduli Lingkungan Siswa SMP Ahmad Dahlan
DOI:
https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.2044Keywords:
Eco-Creative School, Karakter Peduli Lingkungan, Pembiasaan, Pengelolaan Sampah, Pendidikan KarakterAbstract
Permasalahan sampah di lingkungan sekolah mencerminkan rendahnya kesadaran siswa terhadap kebersihan dan karakter peduli lingkungan. SMP Ahmad Dahlan Kota Jambi mengidentifikasi kesenjangan antara visi sekolah sehat dengan perilaku keseharian siswa dalam pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Eco-Creative School dengan slogan "1 Siswa 1 Kresek, Sekolah Bersih Cek!" dalam membentuk karakter peduli lingkungan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi partisipatif terhadap 397 siswa kelas VII, VIII, dan IX yang terbagi dalam 13 rombongan belajar. Program dilaksanakan setiap Sabtu selama 30 menit dengan siklus bulanan meliputi edukasi, praktik, dan pemilihan duta lingkungan. Pengumpulan data menggunakan observasi, angket perubahan sikap, dan rubrik penilaian kebersihan kelas. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan signifikan dengan penurunan sampah berserakan sebesar 78%, peningkatan partisipasi siswa membawa kresek mencapai 94%, dan peningkatan skor kesadaran lingkungan dari rata-rata 2,3 menjadi 4,1 dalam skala Likert 1-5. Terpilih 3 duta lingkungan setiap bulan yang berperan sebagai role model efektif. Metode pembiasaan konsisten melalui Program Eco-Creative School terbukti efektif membentuk karakter peduli lingkungan siswa dengan pendekatan demokratis dan penguatan positif.
References
Assingkily, M. S. (2021). Metode Penelitian Pendidikan: Panduan Menulis Artikel Ilmiah dan Tugas Akhir. Yogyakarta: K-Media.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall. https://www.sciencedirect.com/book/9780138167448/social-learning-theory
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/research-design/book255675
Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup RI. https://adiwiyata.menlhk.go.id/
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Jakarta: Kemendikbud RI. https://jdih.kemdikbud.go.id/
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York: Bantam Books. https://www.bantamdellpublishinggroup.com/
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/qualitative-data-analysis/book239534
Rachman, I., & Maryani, E. (2018). Pengelolaan bank sampah dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa. Jurnal Pendidikan Geografi, 18(2), 45--56. https://doi.org/10.17509/gea.v18i2.13155
Sumarmo, U. (2013). Kemandirian belajar dan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif matematik: Serta pembelajarannya. Bandung: FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia. http://repository.upi.edu/
Supriatna, N. (2016). Ecopedagogy: Membangun kecerdasan ekologis dalam pembelajaran IPS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. https://rosda.co.id/
UNESCO. (2014). Shaping the future we want: UN decade of education for sustainable development (2005-2014) final report. Paris: UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000230171
Widiyaningrum, P., Lisdiana, & Setiati, N. (2015). Evaluasi partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah untuk mewujudkan sekolah adiwiyata. Indonesian Journal of Conservation, 4(1), 74--82. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/ijc/article/view/5358



