Sinergi Guru BK, Guru Wali, dan Wali Kelas Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMAN 3 Lubuk Basung
DOI:
https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.1814Keywords:
Guru BK, Guru Wali, Kedisiplinan Siswa, Sinergi Guru, Wali KelasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sinergi antara guru Bimbingan dan Konseling (BK), Guru wali, dan wali kelas dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMA Negeri 3 Lubuk Basung. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antar guru terbentuk melalui koordinasi rutin, sistem pelaporan perilaku terpadu, dan pendekatan kolaboratif terhadap siswa yang memiliki masalah disiplin. Faktor-faktor yang mendukung sinergi meliputi kebijakan sekolah yang mendukung kolaborasi, komitmen pribadi guru, dan ketersediaan data perilaku siswa. Faktor penghambat meliputi beban administratif, kurangnya pelatihan lintas fungsi, dan hambatan komunikasi dengan orang tua. Dampak sinergi ini terlihat dari meningkatnya kehadiran siswa, kepatuhan terhadap peraturan, dan partisipasi aktif dalam kegiatan sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antarguru merupakan strategi efektif dalam mengembangkan karakter dan kedisiplinan siswa, dan merekomendasikan penguatan forum koordinasi dan pelatihan kolaboratif sebagai langkah strategis.
References
Al-Maraghi, A. bin M. (1946). Tafsir al-Maraghi. Syirkah Maktabah wa Mathba‘ah Mustafa al-Babi al-Halabi wa Awladuh. Sumber elektronik: Maktabah al-Syamilah.
Ablon, J. S., & Pollastri, A. R. (2018). Perbaikan disiplin sekolah. W. W. Norton & Company. https://books.google.com/books/about/The_School_Discipline_Fix.html?id=kXBCDwAAQBAJ
Ayatullah, A. (2020). Pendidikan disiplin bagi siswa Madrasah Aliyah. PANDAWA: Jurnal Pendidikan dan Konseling.
Blatchford, P., dkk. (2003). Praktik pembelajaran kolaboratif di sekolah. Oxford Review of Education, 29(3), 349–370. https://doi.org/10.1080/0305764X.2016.1259389
Danielson, C. (2007). Meningkatkan praktik profesional: Kerangka kerja pengajaran. ASCD.
DuFour, R., & Eaker, R. (1998). Komunitas pembelajaran profesional di tempat kerja. Pohon Solusi.
ERIC. (2018). Kolaborasi guru dalam perspektif. Departemen Pendidikan AS. https://files.eric.ed.gov/fulltext/ED591332.pdf
Hargreaves, A., & O’Connor, M. T. (2018). Profesionalisme kolaboratif. Corwin Press.
Hofkens, T. L., & Pianta, R. C. (2022). Hubungan guru–siswa dan hasil belajar siswa. Dalam Buku Pegangan Penelitian tentang Keterlibatan Siswa (hlm. 431–449). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-031-07853-8_20
Nursyifa, S. A., & Rosita, T. (2021). Layanan konseling individual untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. FOKUS: Studi Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan.
Rosyidi, M. (2024). Strategi Islam dalam mencegah penindasan anak sekolah. Mimbar Agama dan Budaya, 41(2), 124–133.
Saks, K., Hunt, P., Leijen, Ä., & Lepp, L. (2025). Dari nol kolaborasi menuju kerja tim. Ilmu Pendidikan, 15(1), 87. https://doi.org/10.3390/educsci15010087
Salam, T. M., Supriatna, E., & Siddik, R. R. (2023). Bimbingan karir dengan e-modul untuk meningkatkan perencanaan karir siswa. FOKUS.
Santoso, H. (2017). Pengaruh perhatian orang tua dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 45–60.
Teman, M., & Cook, L. (2013). Interaksi: Keterampilan kolaborasi untuk profesional sekolah. Pearson.
Yamasawa, J. (2023). Cara efektif untuk mendukung kolaborasi guru. Edutopia. https://www.edutopia.org/article/5-effective-ways-support-teacher-collaboration
Yuliani, W., & Salam, T. M. (2022). Gambaran umum kematangan karir siswa sekolah kejuruan. SENAPIH, 1(1), 163–167.



