Konsep Insan Kamil Abdul Karim Al-Jili Dan Relevansinya Terhadap Krisis Moral Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i1.2537Keywords:
Insan Kamil, Abdul Karim Al-Jili, Krisis Moral, Kontemporer.Abstract
ABSTRAK
Krisis moral yang melanda era kontemporer ditandai oleh merosotnya standar etika, dominasi budaya materialistik dan hedonistik, serta menurunnya kualitas spiritual dalam kehidupan masyarakat. Kondisi ini memicu disorientasi moral yang mengakar, terutama di kalangan generasi muda. Dalam situasi demikian, pemikiran Abdul Karim al-Jili tentang Insan Kamil menjadi relevan sebagai tawaran alternatif yang bersifat filosofis sekaligus spiritual. Al-Jili dipilih sebagai objek kajian karena ia merupakan salah satu tokoh sufi-filosof yang secara sistematis dan mendalam menguraikan konsep insan kamil dalam karya monumentalnya al-Insan al-Kamil fi Ma‘rifat al-Awakhir wa al-Awa’il. Artikel ini bertujuan untuk mengulas konsep insan kamil dalam pemikiran al-Jili secara mendalam, serta menganalisis relevansi nilai-nilainya sebagai solusi etis atas krisis moral kontemporer. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini mengkaji secara komprehensif karya utama al-Jili tersebut dan mengaitkannya dengan fenomena krisis moral dewasa ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa insan kamil merupakan sosok yang mencapai kesempurnaan spiritual melalui proses tajalli dan kesadaran terhadap sifat-sifat Ilahi. Nilai-nilai utama seperti kejujuran, ihsan, tawadhu’, zuhud, dan tanggung jawab yang terkandung dalam konsep tersebut terbukti memiliki relevansi tinggi dalam pembentukan karakter manusia modern yang kokoh secara etis dan spiritual. Dengan demikian, konsep insan kamil dapat menjadi solusi alternatif untuk mengatasi disorientasi moral dan membangun masyarakat yang lebih beradab dan berakar pada nilai-nilai ilahiah.










