Harmonisasi Antara Adat dan Islam: Studi Kasus Ritual Pemakaman Adat Karo di Desa Relokasi Siosar Simacem Kabupaten Karo, Sumatera Utara
DOI:
https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.2322Keywords:
Integrasi, Adat dan Islam, Pemakaman, Masyarakat KaroAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya relasi antara adat dan agama yang dilakukan secara Islam meskipun didaerah monoritas. Penelitian ini mengajukan pertanyaan bagaimana praktik integrasi antara adat Karo dan praktik keagamaan Islam dalam prosesi pemakaman di Desa Relokasi Siosar Simacem. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi lapangan, penelitian dimaksudkan mengeksplorasi adanya integrasi antara adat dan Islam, bahwa kedua sistem nilai tersebut berinteraksi dan beradaptasi satu sama lain dalam konteks pemakaman Masyarakat Karo. Temuan menunjukan bahwa Desa Relokasi Simacem adalah masyarakat yang mayoritas beragama Islam, namun adat istiadat Karo tetap menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam upacara kematian. Temuan menegaskan penelitian ini adanya sinergi yang harmonis antara adat dan Islam, di mana unsur-unsur adat Karo tidak ditinggalkan melainkan menjasi bentuk integrasi dengan praktik keagamaan Islam yang menciptakan prosesi pemakaman secara Islami dengan tidak meninggalkan peran adat Karo. Hal ini disebabkan karena otoritas pemangku adat yang lebih adaptif yang mementingkan nilai keharmonisan beragama. Dengan demikian integrasi ini menunjukkan fleksibilitas dan adaptasi masyarakat dalam mempertahankan identitas budaya mereka di tengah tantangan moderasi beragama di wilayah minoritas.










