Analisis Makna Adzabun Adzim Dan Adzabun Alim Dalam Al-Qur'an Kajian Tafsir Al-Misbah Karya Muhammad Quraish Shihab dan Relevansinya Dalam Kehidupan Sehari-Hari
DOI:
https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.1704Keywords:
Adzabun Adzim, Adzabun Alim, Tafsir Al-Misbah, Quraish Shihab.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna adzabun adzim (azab yang besar) dan adzabun alim (azab yang pedih) dalam Al-Qur’an berdasarkan kajian Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab serta menelaah relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Fokus penelitian ini didasari oleh adanya keberagaman istilah azab dalam Al-Qur’an yang sering dipahami secara umum, padahal masing-masing memiliki makna dan konteks tersendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui analisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan tema azab, khususnya dalam QS. Ali Imran ayat 176–177, serta penafsiran yang dikemukakan oleh Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adzabun adzim merujuk pada siksaan yang besar dan berat, diperuntukkan bagi orang-orang yang bersegera dalam kekufuran dan mengingkari Allah. Sementara itu, adzabun alim berarti siksaan yang pedih, ditimpakan kepada mereka yang menukar iman dengan kekufuran. Quraish Shihab menekankan bahwa azab merupakan bentuk kemurkaan Allah yang diberikan kepada manusia yang melanggar syariat-Nya. Relevansinya dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai peringatan moral agar manusia senantiasa meningkatkan iman, menjauhi perbuatan dosa, serta menyadari bahwa konsekuensi dari kemaksiatan bukan hanya di akhirat, melainkan dapat dirasakan pula dalam kehidupan dunia.










