Dominasi Marga Banurea Menjadi Kepala Desa Di Desa Salak II Kecamatan Salak Kabupaten Pakpak Bharat
DOI:
https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.1482Keywords:
Dominasi, Marga Banurea, Kepala Desa, Otoritas Tradisional, dan KekerabatanAbstract
Penelitian ini membahas Dominasi Marga Banurea menjadi Kepala Desa di desa Salak II Kecamatan Salak Kabupaten Pakpak Bharat. Masyarakat yang ada di Desa Salak II berasal dari berbagai marga, beberapa marga yang dominan di antaranya Marga yang melatarbelakangi etnik Pakpak dan marga yang melatarbelakangi etnik Batak Toba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji latar belakang terjadinya proses pilihan Kepala desa kepada satu Marga yang ada di desa Salak II. Metode yang digunakan adalah menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marga Banurea bukan sekedar demokrasi yang formal, melainkan kuatnya otoritas tradisional dan adat sebagai kelompok pendiri wilayah. Hubungan kekerabatan internal marga Banurea menjadi faktor utama dalam pemilihan, menciptakan politik yang berkelanjutan dan memastikan dukungan yang kuat dari tengah-tengah masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa politik lokal di Desa Salak II adalah adanya tradisi adat, ikatan kekeluargaan, demokrasi yang kuat yang secara signifikan mempengaruhi hasil pemilihan dan menunjukkan bagaimana identitas, kekuasaan, serta nilai-nilai tradisional tetap bertahan di tengah arus globalisasi sekarang.










