Tsamanan Qalilan Dalam Tafsir Al-Maraghi (Analisis Penyalahgunaan Makna Tsamanan Qalilan dalam Kehidupan Duniawi Era Modern)

Authors

  • Rosmidah Nasution Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia
  • Nurdiani Nurdiani Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia
  • Indra Suardi Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.1273

Keywords:

Tsamanan Qal?lan, Tafsir Al-Maraghi, Penyalahgunaan Makna, Era Modern, Komersialisasi Agama

Abstract

Penelitian ini membahas makna tsamanan qal?lan dalam al-Qur’an menurut penafsiran Ahmad Mustafa Al-Maraghi serta relevansinya terhadap fenomena penyalahgunaan makna tersebut dalam kehidupan duniawi era modern. Tsamanan qal?lan merupakan frasa Qur’ani yang secara simbolik menggambarkan tindakan menjual nilai-nilai kebenaran, kejujuran, dan keimanan demi keuntungan duniawi yang rendah nilainya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) dan teknik pengumpulan records berbasis studi pustaka. Analisis dilakukan terhadap sembilan ayat yang memuat frasa tsamanan qal?lan, di antaranya QS. Al-Baqarah: 41, 79, 174; QS. Ali Imran: 77, 187, 199; QS. An-Nahl: 95; QS. At-Taubah: nine; dan QS. Al-Ma’idah: 44. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Al-Maraghi, larangan menukar ayat-ayat Allah dengan harga murah tidak hanya terkait aspek material, tetapi merupakan peringatan keras terhadap segala bentuk penyimpangan moral yang mengorbankan nilai-nilai agama demi kepentingan duniawi. Dalam konteks modern, penyalahgunaan makna ini tercermin dalam praktik seperti komersialisasi dakwah, penyalahgunaan jabatan keagamaan, serta pelabelan negatif terhadap kompensasi bagi guru atau dai. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman kontekstual terhadap ayat-ayat Qur’an agar tidak terjadi distorsi makna dalam menilai praktik keagamaan masa kini.

Downloads

Published

2025-06-24

Issue

Section

Table of Content | Artikel